Koran-Totabuan

News Update :

Laman

Radio Online From Nagaswara

Paling Populer

Komisi II Janji Perketat Pengawasan Tender

Sabtu, 12 Mei 2012

KOTAMOBAGU - DPRD Kotamobagu berjanji akan memperketat pengawasan proyek-proyek fisik dan nonfisik mulai dari proses tender sampai dengan pemeliharaan. Apalagi, berkaca pada pengerjaan proyek-proyek sebelumnya yang tidak beres.

Hal tersebut Sekretaris Komisi II DPRD Kotamobagu Ishak Sugeha sampaikan, Jumat (11/5/2012). Dia menegasakan pengawasan tersebut sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang badan legislatif tersebut.

"Melihat beberapa hasil proyek pembangunan pada tahun yang lalu masih banyak yang tidak beres sudah sewajar kami memperhatikan proses tender dan pelaksanaan tahun ini dengan kapasitas kami," ujar Ishak.

Dia mencontohkan pembangunan talud d daerah Osion, Kelurahan Kotobangun yang ambruk beberapa waktu lalu. Jika dilihat dari usia talud tersebut, seharusnya bangunan tersebut masih bisa bertahan.

Menurutnya, masih ada lagi proyek-proyek yang dari sisi teknis tidak memenuhi syarat. Hal tersebut harus dihindari, agar tujuan pembangunan proyek tersebut tepat sesuai dengan harapan. Alhasil, masyarakat menikmati manfaatnya.

Senada, anggota Komisi II DPRD Kotamobagu Sutomo Samad minta agar para pihak yang terkait dalam proses tender agar benar-benar secara aturan melihat penawaran dalam proses pelelangan bukan karena intrik lain.

"Sangat diharapkan agar proses tender berjalan baik, dan benar-benar berlandaskan aturan bukan karena hanya sebuah perusahaan itu dekat dengan para pejabat," ujar Sutomo.

Sementara itu, Agus, warga Kotobangon, mulai mempertanyakan janji Pemkot Kotamobagu untuk mengaspal ruas Jalan Arif Rahman Hakim. Menurutnya, jalan tersebut kini sudah sangat mengganggu karena berderbu dan membahayakan pengguna jalan karena rusak parah.

"Masyarakat sudah memasang kembali penghalang di jalan tersebut, agar kendaraan yang melintas tidak melaju kencang. Dengan demikian, debu pun tak terlalu banyak. Kami menunggu kapan pengasapalan di jalan tersebut dilaksankan," kata dia.

Praperadilan Mursid Kandas

KOTAMOBAGU - Permohonan praperadilan tersangka kasus tersangka kasus dugaaan tindak pidana korupsi tunjangan pokok aparatur pemerintah desa (TPAPD), Mursid Potabuga, kepada Polres Bolmong dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu kandas.

Hakim tunggal, Harianto Mamonto dalam putusanya menyatakan penahanan Mursid oleh Polres Bolmong dan perpanjangan penahanan oleh Kejari Kotamobagu sah menurut hukum. Hal tersebut Harianto sampaikan pada sidang putusan praperadilan, Jumat (11/5/2012).

Menanggapi putusan tersebut, penasihat hukum (PH) Mursid, Seska Pukul mengatakan tidak puas. Namun demikian, lanjut dia, tidak ada pilihan lain bagi pihaknya selain menerima putusan tersebut.

"Kami tidak menerima dan tidak puas dengan putusan hakim atas praperadilan ini. Tapi menghormati putusan tersebut karena memang tidak ada lagi upaya hukum lain," kata Seska usai sidang.

Pada sidang pertama Kamis (3/5/2012) pekan lalu, kuasa hukum Mursid, Frederik CH Sumeisey dan Seska Pukul, menyatakan penahanan dan perpanjangan penahan klienya tidak sah. Mursid juga minta termohon satu, yakni Polres Bolmong, untuk mengeluarkannya dari tahanan.

Pada persidangan pertama tersebut, Polres Bolmong melalui tim kuasa yang terdiri lima orang langsung memberi jawaban permohonan praperadilan tersebut. Tim Kuasa menegaskan bukti untuk penahanan sudah cukup. Ketiga alat bukti tersebut adalah keterangan saksi, surat dan keterangan tersangka.

"Ketiga alat bukti tersebut akan dibuktikan pada persidangan perkara In Casu," ujar AKBP Quintilani Mentang yang membacakan jawaban dari pihak termohon satu.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi TPAPD senilai Rp 4.8 miliar menjerat Mursid Potabuga, mantan Kabag Pemdes Bolmong, dan Cimmy Wua, Kabag Pemdes, sebagai tersangka. Keduanya sudah ditahan Polres Bolmong pada 28 Maret 2012. Kemudian diperpanjang pada tanggal 16 April melalui surat dari kejaksaan.

Salihi : Pemberantasan Narkoba Harus Libatkan Semua

BOLMONG - Bupati Bolmong Hi Salihi B Mokodongan membuka dengan kegiatan Advokasi Implementasi Inpres nomor 12 tahun 2011 di Aula Kantor Bupati Bolmong, Jumat (11/5/2012).

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Sekda Farid Asimin, Asisten I Cristoffel T Kamasaan, Asisten II Djek Damopolii, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulut Kombes Pol Drs John Latumeten, Kepala Badan Narkotika Bolmong AKBP Yuli Setiawan dan sejumlah pimpinan SKPD dan siswa SMA/SMK sederajat Bolmong.

Salihi mengatkan perilaku dan sikap yang selalu menjaga diri dari ancaman penyakit yang disebabkan berbagai faktor, termasuk penyalahgunaan narkoba, harus selalu digaungkan setiap saat dan disetiap tempat. Ini penting mengingat narkoba sudah melanda hingga ke anak-anak muda.

"Lemahnya kekuatan keimanan, dan ketaqwaan di dalam diri setiap orang, juga menjadi faktor,’’ kata Salihi dalam sambutan.

Ditambahkan, kasus narkoba di Indonesia saat ini semakin meningkat. Memerangi bahaya narkoba harus melibatkan semua pihak. Ini dalam upaya penegakan hukum terhadap para pengedar dan pemakai narkoba.

"Penanganan terhadap korban penyalahgunaan narkoba juga bisa dilakukan melalui terapi atau rehabilitasi," tambah dia.

Bolmong Buka Lahan Sawah Irigasi Baru

BOLMONG - Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) akan membuka lahan sawah beririgasi guna meningkatkan produksi padi. Apalagi, kabupaten Bolmong dikenal sebagai gudang beras Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Demikian Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Farid Asimin utarakan, Jumat (11/5/2012). Dia mengatakan, luas pesawahan beririgasi di Bolmong saat inimencapai 20.596 hektare. Luas lahan terbesar berada di wilayah Dumoga Utara.

Di kecamatan tersebut luas lahan sawah beririgasi sekitar 5.061 hektar. Kemudian diikuti oleh Kecamatan Dumoga Barat dengan luas 4.466 hektar. Sedangkan, Kecamatan Lolayan berada di posisi ketiga dengan luas sekitar 3.903 hektar. 

Selain padi, Farid mengatakan Bolmong juga mengembangkan tanaman lainya. "Kami juga melakukan koordinasi dengan semua bidang terkait, baik tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, perikanan, perkebunan, maupun kehutanan," kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bolmong Taufik Mokoginta, menambahkan, lahan sawah irigasi tidak hanya di Dumoga dan Lolayan. "Tantanganya terutama peningkatan produksi beras dan mempertahankan predikat Bolmong sebagai salah satu lumbung beras di Sulut,’’ ujar Taufik.

Sementaa itu, Bupati Salihi Mokodongan, mehatakan para petani diharapkan bisa memanfaatkan teknologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian. Keberadaan berbagai perguruan tinggi serta lembaga-lembaga penelitian bidang pertanian pun dapat dimanfaatkan.

"Selain meningkatkan produksi padi, masyarakat juga tetap dapat melakukan diversifikasi tanaman pangan, seperti jagung, ubi-ubian, kedelai dan kacang-kacangan. Dengan diversifikasi tanaman ini berguna untuk mempertahankan ketahanan pangan dan kondisi kesuburan lahan pertanian," kata Salihi.

Kesenjangan Sosial Picu Kerusuhan

KOTAMOBAGU - Wakil Bupati Yanny R Tuuk sempat berkeluh kesah tentang keadaan Dumoga yang kerap terjadi tawuran massal. Padahal, segala daya upaya sudah dilakukan Pemkab Bolmong dan dirinya secara personal untuk menanggulangi masalah di daerah tersebut.

"Saya cukup lelah. Energi habis di Dumoga. Kegiatan pemerintahan lainya sudah tidak fokus lagi," kata Yanny dengan nada terdengar menahan emosi kesedihanya pada saat diskusi dengan media massa dan LSM tentang kondisi Dumoga di sebuah rumah makan, Jumat (11/5/2012).

Dia mengaku sempat berpuasa untuk Dumoga damai. "Saat terjadi angin puting beliung sempat mereda ketegangan. Ada sabda alam, tapi setelah itu ada masih terdengar nada perang. Saya tidak tahu apalagi. Atau mungkin saya yang salah," tambah Yanny.

Pada diskusi tersebut, Yanny menyimpulkan beberapa hal di antaranya kericuhan terjadi karena adanya kesenjangan sosial yang terjadi di Dumoga. Hasil tambahng menurun, sementara warga sudah terbiasa menikmati limpahan materi dari hasil tambang.

Selain itu, supremasi hukum masih lemah sehingga tidak memberikan efek jera bagi para pelaku kerusuhan. "Hampir tidak ada pelaku yang sampai di pengadilan. Sehingga efek jera tidak ada," kata dia.

Aparat Keamanan Segera Operasi Miras

KOTAMOBAGU - Aparat keamanan segera gelar operasi minuman keras (miras) dan knalpot racing di wilayah Dumoga dan beberapa desa di Kecamatan Lolayan. Dua hal tersebut diduga kerap menjadi pemicu perkelahian massal yang kerap terjadi di daerah tersebut.

Operasi juga akan menertibkan senjata tajam yang dipergunakan warga dalam tawuran tersebut. "Operasi tersebut akan menyisir langsung dari rumah ke rumah," ujar Wakil Bupati Bolmong Yanny R Tuuk yang mengadakan diskusi dengan media massa dan LSM tentang kondisi Dumoga di sebuah rumah makan, Jumat (11/5/2012).

Pada pertemuan yang dihadiri juga Kapten Jemmy Rotti mewakili Dandim 1303 Letkol Inf Mudjiharto, Yanny mengatakan saat ini sudah ada sekitar 400 personil dari Polri dan TNI yang berada di Dumoga. Aparat keamanan tersebut ditempatkan setelah perkelahian massal yang terjadi di beberapa desa pada pekan lalu.

Namun demikian, Yanny mengakui ada kendala dalam penertiban tersebut. Untuk peneriban miras, Pemkab Bolmong belum memiliki peraturan daerah yang mengatur. Sementara itu, untuk penertiban knalpot racing dan sajam, baru bisa ditindak pada saat kendaraan dipakai di jalan atau warga yang tertangkap basah membawa sajam di tempat umum.

Mengatasi kendala tersebut, Yanny mengatakan pihak kepolisian bisa menggunakan asas diskresi (pengecualian). Dia pun mengakui pada saat penertiban tersebut ada benturan atau masyarakat yang tidak ikhlas. "Tapi tidak menggunakan gaya orde baru sepenuhnya," kata dia.

Dia juga menambahkan, Pemkab Bolmong akan berusaha secepatnya untuk pembangunan markas komando (mako) bagi Brimob. Pembebasan lahan akan segera dilakukan, sementara untuk pembangunanya akan mendapat bantuan dari pihak Provinsi Sulut.

Pada diskusi tersbut, seorang peggiat LSM, Sehan Ambaru, mengusulkan kepada Pemkab Bolmong untuk mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbub) sebagai payung hukum. Pembuatan perbub relatif lebih cepat dibandingkan dengan perda.

Sementara itu, Kapten Jemmy Rotti mengatakan, pos pemeriksaan untuk minuman keras sudah mulai berjalan. Pos tersebut berada di antara Bombanon dan Tapaog. Bahkan, petugas di pos tersebut sudah berhasil mengamankan beberapa dus minuman keras golongan B.

"Minuman tersebut disita Kamis (10/5/2012). Kini, barang bukti sudah diamankan di Polsek Lolayan," kata Jemmy.

Berangkat Sembunyi Legislator Mencak-mencak

BOLMONG - Sejumlah anggota DPRD Bolmong tampak mencak di kantornya, Kamis (10/5/2012). Mereka membicarakan sejumlah rekanya di lembaga legislatif yang berangkat ke Jakarta secara mendadak dan sembunyi-sembunyi.

"Kalau memang keberangkatan tersebut untuk urusan pribadi itu tidak apa, namun jangan sampai ini berkaitan dengan institusi," ujar anggota DPRD Bolmong Roy Wayong yang saat itu terlihat bersama Alfian Pobela, Aske Iroth dan rekan-rekan lainya.

Alfian tak kalah sengit dengan Roy. Menurut dia, agenda-agenda dewan harus melalui rapat badan musyawarah (Banmus) bila kegiatan tersebut berhubungan dengan kelembagaan. Dikatakan, Banmus tak pernah membasa tentang keberangkatan anggota dewan ke Jakarta tersebut.

"Ini kan lembaga kolektif kolegial, dua pimpinan Dewan saja tidak tahu agenda tersebut. Ketua BK (Frets Modeong) telah melanggar tata tertib, padahal kalau dirapat selalu mengatakan kode etik," kata dia merujuk pada Frets yang juga dikabarkan ke Jakarta.

Seorang anggota DPRD Bolmong lainya mengatakan keberangkatan sebagian rekanya tersebut dibiayai oleh sebuah perusahaan tambang yang beroperasi di Bakan, Lolayan. Hal tersebut dipertegas setelah anggota dewan menndapat informasi dari rekanya yang berangkat ke Jakarta.

"Ada SMS (pesan singkat) yang disampaikan rekan saya. Keberangkatanya difasilitasi oleh perusahaan tersebut," ujar anggota dewan yang enggan disebutkan namnaya ini.

Aske Irot anggota Komisi II Dekab Bolmong mengatakan, kalau informasi keberangkatan sejumlah  anggota Dewan sudah diketahuinya beberapa hari lalu. Namun, tidak diberitahu kapan akan terbang ke Jakarta. Padahal, komisnyalah yang berhubungan dengan pertambangan.

"Saya selaku anggota Komisi II tidak mendapat kabar, padahal itu urusan kami namun kami tidak diberi kabar. Saya sudah tau, namun soal berangkat tidak diberi tahu," kata Aske.

Sementara itu, Ketua DPPRD Bolmong Abdul Kadir Mangkat saat dikofirmasi mengakui dirinya berangkat ke Jakarta. Namun dia menolak jika biaya perjalanan, akomodasi, dan seluruh kegiatan di Jakarta ditanggung perusahaan tambang.

"Saya berangkat dengan biaya sendiri. Saya berangkat bersama Ardi Imban (anggota DPRD Bolmong), mewakili daerah pemilihan," kata Kadir.

Dia mengatakan keberangkatannya ke Jakarta memang berhubungan dengan masalah tambang di daerah asal pemilihanya, yakni Lolayan. "Urusan pertambangan kan sudah ramai ditingkat masyarakat, makannya kita lhiat perkembangannya," kata dia.

Dia juga menegaskan, jika urusan DPRD, maka memang harus melalui rapat Banmus. Kadir mengaku tidak tahu menahu terkait keberangkatab anggota dewan lainya. Dari informasi yang dihimpun, ada 10 anggota DPRD Bolmong yang berangkat ke sana.

Seorang warga Passi, Bolmong, menyayangkan masalah tersebut. "Jika memang kejadianya seperti itu, sangat disayangkan. Seolah-olah, wakil rakyat kita solid. Dan, jika memang pergi dibiayai perusahaan untuk kepentingan perusahaan tersebut, sungguh diragukan idealismenya untuk kepentingan rakyat," kata Adi Mokoagow, warga Passi.

Keterbatasan Fisik Tetap Berprestasi

KOTAMOBAGU - Keterbatasan fisik tak menghalangi anak-anak di Sekolah Luar Biasa (SLB) Poyowa Besar untuk berprestasi. Bukan hanya di tingkat provinsi saja, prestasi mereka juga sudah sampai tingkat nasional. Kini mereka mengahadapi lomba kreativitas dan olahraga yang akan berlangsung pekan depan di Manado.

FITRI Mokodongan merajuk. Perlombaan desain grafis yang akan diikutinya kurang dari sepekan, namun gadis tuna rungu ini belum bisa berlatih maksimal. Pembinanya didera kesibukan. Namun akhirnya, remaja asal Muntoi ini pun bisa tersenyum setelah pembinanya datang dan memberinya tugas.

Fitri merupakan satu di antara siswa yang akan mewakil SLB Poyowa Besar, Kotamobagu, ke Manado untuk bertanding pada Lomba Kreativitas Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), tanggal 14-15 Mei 2012. Sudah beberapa kali dia mengikuti perlombaan. Prestasinya bisa dibilang moncer.

"Tahun lalu, dia menjuarai lomba desain grafis tingkat nasional di Jakarta. Dia juga mengikuti perlombaan yang sama di Medan dan Surabaya," ujar Sarlely Bonde, guru SLB Poyowa Besar yang kini mendampinginya untuk perlombaan di Manado, Kamis (10/5/2012).

Dikatakan, pada setiap perlombaan di tingkat provinsi, SLB Poyowa Besar kerap meraih juara umum. Anak-anak di sekolah tersebut bisa meraup banyak medali dalam beberapa bidang. Pekan depan, mereka akan mengikuti perlombaan di antaranya desain grafis, melukis, tata rias, lempar cakram dan lari.

Setiap perlombaan, SLB Poyowa Besar banyak dibantu oleh pihak Provinsi Sulut. "Kami juga banyak dibantu oleh pihak perusahaan swasta. Mereka banyak biasanya memberikan bantuan untuk ongkos," tambah Sarlely.

Namun demikian, Kepala Sekolah SLB Poyowa Besar, Sagaf Korompot, mengatakan hal tersebut bukan berarti Pemkot Kotamobagu minim perhatian. Dia mengatakan secara teknis, sekolah tersebut berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi Sulut. Pemkot Kotamobagu lebih banyak ke arah ketenagakerjaannya saja.

"Bukan diabaikan. Arah hubungan memang ke arah provinsi dibandingkan ke pemkot," kata Sagaf.

Ariono Potabuga, dari Dinas Pendidkan dan Olahraga (Dispora) Kotamobagu, menyatakan, hal yang sama. "Kami hanya berkoordinasi saja. Memang untuk SLB memang di bawah provinsi untuk saat ini," kata dia.

Namun, seorang orangtua siswa mengaku kecewa dengan sikap Pemkot Kotamobagu. Menurutnya, pemkot juga harus memberikan perhatian kepada sekolah tersebut kendati secara teknis lebih banyak berhubungan dengan pihak provinsi.

"Kalau untuk kegiatan-kegiatan, justru pihak swasta yang banyak membantu. Sementara dari pemkot sangat kurang sekali," ujar pria yang enggan disebutkan namanya ini.

Kafilah Targetkan Tujuh Cabang

KOTAMOBAGU - Kafilah Kotamobagu targetkan meraih prestasi di tujuh cabang yang diperlombakan pada Musabaqah Tilawatul Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sulut di Buroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), 12-17 Mei mendatang. 

Tujuh cabang tersebut adalah tilawah tingkat anak-anak putra dan putri, tilawah tingkat remaja, tilawah tingkat dewasa putra-putri, fahmil Quran (cerdas-cermat Al Quran) dan dekorasi. Ofisial kontingen optimistis target tersebut bisa dicapai.

"Setelah MTQ tingkat Kotamobagu, kami langsung mengadakan TC (Training Center) selama empat hari di Kantor Kementrian Kotamobagu," ujar Ketua Kafilah Kotamobagu, Muchtar Ganggai, Kamis (10/5/2012).

Khusus untuk lomba Fahmi Quran, Muchtar menegaskan lebih intensif berlatih. Di cabang ini Kotamobagu meraih juara pertama pada MTQ yang diadakan di Bitung sehingga berhak mewakili Provinsi Sulut ke MTQ tingkat nasional.

Ditambahkan, kafilah Kotamobagu terdiri terdiri dari 26 orang. Mereka adalah 13 qori dan 13 qoriah. Mereka akan berangkat ke Buroko, Jumat (11/5/2012).

Djelantik Sarankan Anggot Kafilah MTQ Kotamobagu Bawa Kolombeng Poyowa

KOTAMOBAGU - Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit lepas kafilah atau kontingen yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sulut, Kamis (10/5/2010). Kontingen akan berangkat ke Buroko, Bolmut, tempat pelaksanaan MTQ pada Jumat (11/5/2012).

Djelantik minta agar para peserta dari Kotamobagu memperkenalkan daerahnya. "Jangan malu-malu memperkenalkan Kotamobagu. Kalau perlu bawa kacang goyang atau kolombeng dari Poyowa," kata dia kepada para anggota kontingen.

Menurutnya MTQ merupakan sarana silaturahmi antar peserta dari berbagai kontingen yang datang. Sebab itu, dia juga minta agar para anggota kontingen menjaga nama baik. Selain itu, soliditas dan solidaritas antar anggota juga harus dipertahankan.

"Jaga kesehatan. Jangan sampai salah makan, nanti pas perlombaan tiba-tiba sakit," ujar pria yang biasa disapa Antik ini.

Pada kesempatan itu, Antik menyerahkan bantuan Rp 5 juta. Kontingen tersebut terdiri 26 qori/qoriah ditambah ofisial. Kontingen tersebut dipimpin oleh Muchtar Ganggai, sekretaris LPTQ Kotamobagu.

Herman Optimistis Rengkuh Waket

BOLMONG - Anggota DPRD Bolmong Herman Kembuan mengaku optimistis bisa merengkuh wakil ketua badan legislatif tersebut yang saat ini dipegang Jemmy Tjia. Dia mengatakan Gubernur Sulut telah menyatakan banding terhadap hasil keputusan Pengadilkan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado.

PTUN Manado mengabulkan permohonan Jemmy Tjia untuk membatalakan SK Gubernur Nomor 67 Tahun 2012. Surat keputusan tersebut tentang pergantian Jemmy dari kursi wakil Ketua DPRD Bolmong dan pengangkatan Herman Kembuan sebagai penggantinya.

"Gubernur melakukan banding. Kalau gubernur tidak melakukan banding maka keputusan itu menjadi incrath. DPRD (Bolmong) tidak masuk dalam gugatan sehingga SK gubernur tetap dijalankan oleh DPRD," ujar Herman di Kantor DPRD Bolmong, Rabu (9/5/2012).

Dia mencontohkan langkah Suharjo Makalalag yang menggugat KPU Bolmong. Saat itu Suharjo menang di PTUN Manado, namun di MK justru dia kalah. Herman pun menyebutkan nama-nama lainya yang menang di PTUN namun kandas di pengadilan yang lebih tinggi.

Diketahui, pada 4 Mei, tergugat telah menyatakan banding terhadap putusan PTUN Manado tanggal 2 Mei 2012 Nomor 16/G.TUN/2011/P.TUN.Manado, dalam perkara antara Hi Jacobus Jemmy Tjia S Sos melawan Gubernur Sulawesi Utara tergugat satu dan Herman Kembuan tergugat dua intervensi.

Ednar Tewas di Rutan Kotamobagu

KOTAMOBAGU - Ednar Rareho (53), tahanan titipan Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu meninggal dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Kotamobagu, Rabu (9/5/2012) malam sekita pukul 22.30 wita.

Data yang dihimpun, sesaat sebelum tewas, warga Desa Jiko, Kecamatan Nuangan, Boltim ini mengaku sakit leher. Padahal, sore harinya, tersangka kasus penganiayaan ini terlihat baik-baik. Dia pun pamitan kepada rekan-rekanya untuk tidur terlebih dahulu. 

Pada pemeriksaan rutin malam itu, Petugas melihat Ednar sudah terbaring lesu. Petugas pun langsung membawanya ke ruang perawatan yang berada di dalam rutan. Namun, ternyata nyawa Ednar sudah tak bisa tertolong.

"Sehari-hari, dia tidak terlihat sakit, hanya mengeluh batuk-batuk biasa," ujar Kepala Rutan Kotamobagu saat dihubungi Tribun Manado, Kamis (10/5/2012).

Dikatakan, dari keterangan keluarga koban, korban memang memiliki penyakit hipertensi. Keluarga Ednar pun menolak jenazahnya divisum. Keluarganya telah membawa jenazah Ednar ke rumahnya.

Salihi Minta Warga Waspada Bencana

BOLMONG - Bupati Bolmong Salihi B Mokodongan minta warga waspada terhadap bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Apalagi, beberapa daerah di Bolmong rawan erjadi bencana.

"Tidak bermaksud membuat masyarakat takut, hanya saja kita wajib belajar banyak dari bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Apalagi posisi Bolmong yang sejumlah desanya berada di pesisir pantai,'' ujar Salihi, Kamis (10/5/2012).

Melalui rilis, dia mengutip data dari BMKG Stasiun Klimatologi Kayuwatu Manado yang menyebutkan prakiraan sifat hujan bulan Mei 2012 secara umum akan berlangsung normal dengan intensitas curah hujan berkisar antara 98-388 milimeter.

"Meskipun begitu, masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terutama yang biasa menggunakan jasa darat dan laut. Begitu juga yang tinggal di daerah perbukitan dan daerah aliran sungai,'' kata dia.

Masih dari data BMKG, fenomena La Nina tidak ada bulan Mei ini. Pun demikian dengan angin puting beliung dan angin kencang itu sifatnya lokal. Fenomena alam seperti puting beliung atau angin kencang bisa dilihat lebih dari 12 jam. Namun, belum ada alat yang bisa melihat perkembangan dinamika atmosfir itu.

Diketahui, angin puting beliung menghantam Desa Pinonobatuan, Pinonobatuan Barat dan Kelurahan Imandi pada Selasa (8/5/2012) lalu. Puluhan rumah rusak ringan hingga berat akibat kejadian tersebut. Pada saat bersamaan ruas Sungai Moosi juga meluap sehingga sempat merendam rumah di Kelurahan Imandi. (*)

Kodim Dirikan Posko di Desa Tambun

BOLMONG - Personil Komando Distrik Militer (Kodim) 1303 Bolamong masih bersiaga di Desa Pinonobatuan atau yang lebih dikenal Tambun. Namun kali ini mereka bukan untuk menjaga keamanan di desa yang sempat bersitegang dengan Kelurahan Imandi.

"Kami fokus membantu korban bencana alam. Untuk pengamanan sepenuhnya ditangani Polres Bolmong," ujar Komandan Kodim 1303 Bolmong Letkol Infanteri Mudjiharto, Kamis (10/5/2012). 

Mudji mengatakan, pihaknya membangun Posko Bantuan Bencacana bagi para warga. Posko tersebut juga merupakan bagian dari posko terpadu dengan Pemkab Bolmong. Posko TNI tersebut berada di Dusun III, Desa Pinonobatuan.

"Rencananya, besok (Jumat, 11/5), kami akan membangun juga posko kesehatan untuk memeriksa para korban. Namun hingga saat ini belum ada keluhan kesehatan," tambah Mudjiharto.

Selain pendirian Posko, Kodim 1303 juga membantu menyalurkan bantuan dari Pemkab Bolmong. Ada 83 paket bantuan yang telah disalurkan di antaranya, beras, mie instan, ikan kaleng dan sarung atau kain untuk para korban.

Kodim Latih Pemuda Bolmut Bela Negara

Minggu, 06 Mei 2012

BOLMUT - Sebanyak 60 pemuda Bolmut mengikuti pelatihan kesadaran bela negara di Perkebunan Kiekar Desa Boroko, Kecamatan Kaidipang yang berlangsung 3-5 Mei 2012. Tiga di antara peserta tersebut adalah putri terbaik Bolmut.

"Tema pelatihan unu adalah mewujudkan ketahanan wilayah guna mendukung pembangunan di Kabupaten Bolmut," ujar Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1303 Bolmong Letkol Inf Mudjiharto, Jumat (4/5/2012).

Ditambahkan, generasi muda diharapkan dapat meningkat kesadaran dan motovasi untuk ikut membangun daerah dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sasaran lainya adalah menanamkan kedisiplinan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman seperti teroris dan bencana alam.

Pada kegiatan yang dibuka oleh Bupati Bolmut Hamdan Datunsolang tersebut, para peserta juga diberi materi dan praktek agar terampil menghadapi rintangan. "Para peserta tersebut ikut juga kegiatan 'outbound'," tambah Mudji. (*)

Forkomda Bolmong Kembali Adakan Pertemuan

KOTAMOBAGU - Forum Komunikasi Kepala Daerah (Forkomda) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) semakin intensif membahas penyelesaian pertikaian yang kerap terjadi di  daerah Dumoga. Mereka kembali mengadakan pertemuan di Markas Komando (Mako) Polres Bolmong, Sabtu (5/5/2012).

Hadir pada pertemuan tersebut Bupati Bolmong Salihi Mokodongan dan Wakilnya Yanni R Tuuk, Ketua DPRD Bolmong Abdul Kadir Mangkat, Kepala Polres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno, Komandan Kodim 1303 Bolmong Letkol Inf Mudjiharto, dan Kepala Pengadilan Negeri Kotamobagu Aris Bawono Langgeng.

Kepala Polres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno mengatakan kegiatan tersebut mematangkan rencana pertemuan antara seluruh sangadi, BPD, tokoh masyarakat, pemuda dan elemen masyarakt Dumoga yang akan berlangsung di Kecamatan Dumoga Timur, Senin (7/5/2012) mendatang.

Bupati Bolmong Salihi Mokodongan menambahkan pertemuan di Dumoga Timur tersebut belum membahas tentang perdamaian pihak-pihak yang bertikai. "Diupayakan dulu agar tugas Polri dan TNI di sana dapat dukungan dari masyarakat. Ini demi keamanan dan kenyamanan masyarakat di sana (Dumoga)," ujar Salihi.

Dikatakan, upaya damai baru akan dilakukan setelah kegiatan aparat keamanan dapat dukungan di masyarakat. Sedangkan untuk jangka panjang, Salihi kembali menyatakan satu caranya adalah dengan pembangunan pos pengamanan di Dumoga. Bukan hanya itu, asrama bagi aparat keamanan pun akan disiapkan.

Ketua DPRD Bolmong Abdul Kadir Mangkat memastikan, anggaran penyediaan lahan untuk pos pengamanan dan asrama tersebut akan dimasukkan dalam APBD Perubahan Bolmong tahun 2012. Namun untuk kegiatan patroli aparat keamanan, Pemda Bolmong telah menyiapkan mobil bak terbuka Toyota Hi-Lux.

"Kendaradaanya sudah siap. Sudah ada di pelabuhan Bitung. Namun untuk lahan pos pengamanan, anggaranya baru akan masuk di APBD-P," ujar Kadir sambil beranjak ke kendaraan dinasnya.

Pertemuan Forkumda tersebut berlangsung hampir selama 2,5 jam. Para pimpinan institusi pemerintahan tersebut mulai rapat sekitar Pukul 10.30 wita.  Rabu (2/5/2012), sesaat setelah pecah perkelahian massal antara kelompok masyarakat Imandi dan Tambun, Forkomda Bolmong juga sempat mengadakan pertemuan. Pertemuan yang sama dilakukan sehari kemudian.

Daerah Dumoga rawan terjadi konfik antar kampung ataudesa. Memasuki bulan Mei 2012 ini, sudah beberapa kali perkelahian massal terjadi di daerah tersebut. Terakhir adalah tawuran antar kelompok warga Kelurahan Imandi dan Desa Tambun yang menewaskan seorang warga.

Salihi Jenguk Cimmy dan Mursid di Sel Tahanan Polres Bolmong

KOTAMOBAGU -Setelah pertemuan dengan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkomda) Bolmong, Bupati Salihi Mokodongan meyempatkan menjenguk Cimmy Wua dan Mursid Potabuga yang ditahan di Polres Bolmong karena tersangkut kasus dugaan korupsi tunjangan pokok aparatur pemerintah desa (TPAPD).

Wakil Bupati Bolmong Yanni Tuuk, Sekretaris Daerah (Sekda) Farid Asimin, dan Ketua DPRD Bolmong Abdul Kadir Mangkat ikut menemani Salihi. Mereka berada di ruang jenguk tahanan Polres Bolmong hampir selama 20 menit. Salihi tampak berbincang dengan Mursid, sedangkan Cimmy lebih banyak terdiam.

"Saya hanya khusus menjenguk saja. Kebetulan saya ada urusan di Polres dan ada anak buah (Mursid dan Cimmy) yang di sini. Tidak berkaiatan dengan urusan mereka," kata Salihi kepada Tribun Manado sesaat setelah keluar dari ruang tahanan, Sabtu (5/5/2012).

Sudah sekitar sebulan Cimmy dan Mursid harus meringkuk di sel tahanan Polres Bolmong. Masa penahanan pertama mereka selama 20 hari pun sudah diperpanjang. Polres Bolmong telah melimpahkan kasus senilai Rp 4.8 miliar tersebut ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu. DIkabarkan, kasus tersebut juga akan menyeret beberapa tersangka lainya.

Tokoh Pemuda Imandi-Tambun Serukan Perdamaian

BOLMONG - Aske Iroth, tokoh pemuda Desa Tambun yang juga anggota DPRD Bolmong, minta agar masing-masing pihak agar yang bertikai di Dumoga dapat saling menahan diri.

"Saat ini, jangan saling menyalahkan karena memang sudah terjadi. Yang penting sekarang adalah masing-masing pihak saling menahan diri," ujar Aske saat bersua Tribun Manado di Kantor DPRD Bolmong, Jumat (4/5/2012).

Dia menegaskan, siapa pun yang menjadi dalang kerusuhan dan terlibat dalam aksi kekerasan harus diproses secara hukum. Aske pun mengaku kaget dengan perkelahian massal yang terjadi pada Rabu (2/5/2012) dini hari tersebut.

"Saya baru tiba dari Jakarta saat itu. Namun tiba-tiba pecah kejadian tersebut, saya tidak sempat mencegah," kata dia. Aske juga sempat menyanyangkan langkah pihak aparat keamanan yang menurutnya lamban. "Saat pertama kali pecah, hanya ada satu-dua personil yang turun. Jumlah tersebut tidak mungkin bisa mencegah massa," kata dia.

Imbauan untuk menahan diri juga keluar dari Welty Komalig, anggota DPRD Bolmong yang juga dikenal tokoh pemuda Imandi. Menurutnya, pertikaian seperti perkelahian massal tidak ada gunanya.

"Kalah jadi abu, menang jadi arang. Tidak ada yang untung. Coba lihat sekarang, aktivitas jadi terganggu. Mau usaha pun susah akibat kericuhan tersebut," kata dia. (*)

Senin, Sangadi dan BPD Dumoga Raya Kumpul

BOLMONG - Pemkab Bolmong, Polres Bolmong dan Kodim 1303 akan mengadakan pertemuan di Dumoga Senin (7/5/2012) pekan depan. Pertemuan tersebut juga akan melibatkan seluruh sangadi dan badan permusyawaratan desa (BPD) di Dumoga Raya.

Wakil Bupati Bolmong Yanni R Tuuk mengatakan agenda pertemuan tersebut akan membahas mengenai operasi senjata tajam, minuman keras (miras) dan knalpot bising. Tiga hal tersebut kerap menjadi pemicu pertikaian di Dumoga. "Senjata tajam, miras dan knalpot racing akan disisir dari rumah ke rumah," ujar Yanni, Jumat (4/5/2012).

Ditambahkan, Pemkab dan DPRD Bolmong telah sepakat untuk membangun pos pengamanan tetap di perbatasan Tambun, Imandi dan Iboloan. Pada APBD perubahan tahun 2012 akan dianggarkan untuk pembelian tanaj seluas empat hektar. "Lahan tersebut untuk membangun kantor dan perumahan Brimob setingkat kompi," imbuh dia.

Selain itu, dalam waktu dekat ini, Pemkab Bolmong juga akan menyerahkan satu kendaraan bak terbuka merk Hi-Lux. Kendafaraan tersebut untuk menunjang operasional aparat keamanan untuk melakukan patroli.

Sebelumnya, warga dari Kelurahan Imandi dan Desa Tambun sudah melakukan pertemuan di tempatnya masing-masing pada Kamis (3/5/2012). Hasil rembugan tersebut rencanya akan dibawa pada pertemuan untuk merumuskan perdamaian.

Di pihak lain, Kepala Polda Sulut Brigjen Dicky  Atotoy merespon positif rencana pembangunan Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob) di daerah Dumoga. Apalagi daerah tersebut rawan terjadi konflik antar kampung.

Hal tersebut Dicky utarakan saat kunjungan kerja ke Polres Bolmong, April lalu. Kata dia, rencana pembangunan mako tersebut sudah dibicarakan dengan pihak Brimob. Personil pun sudah disiapkan. Yang saat ini perlu diatur, lanjut dia, adalah masalah pembangunan fisiknya dan status tanah harus sudah jelas.

Terkait situasi Kelurahan Imandi dan Desa Tambun, Kepala Polres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno melalui Kasubag Humas AKP Effendi Tubagus mengatakan, mengatakan sudah dalam keadaan kondusif dua hari pasca kerusuhan yang menewaskan seorang warga. "Situasi aman dan kondusif," kata dia.

Sebelumnya, AKBP Enggar Brotoseno mengatakan sebanyak 225 personil gabungan TNI dan Polri masih berjaga di daerah tersebut. Kodim 1303 Bolmong saja menurunkan dua satuan setingkat peleton. Hal tersebut untuk antispasi agar tidak terjadi kericuhan antara dua wilayah tersebut. (*)

Pembangunan Markas di Dumoga Masuk Rekomendasi Pansus

BOLMONG - Pembuatan pos pengamanan di daerah Dumoga menjadi satu di antara pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Bolmong, Jumat (4/5/2012).

"Kami memang sepakat untuk pembuatan pos pengamanan agar bisa ditempatkan pasukan setingkat kompi di sana," ujar Ketua Pansus LKPj DPRD Bolmong saat jeda rapat pembahasan rekomendasi.

Ditambahkan, personil yang akan berjaga diserahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan, baik Polri maupun TNI. Yang pasti, lanjut dia, Pemda Bolmong harus menyiapkan lahan untuk untuk markas bagi aparat keamanan. "Untuk anggaran memang belum masuk di APBD induk 2012, kemungkinan besar baru masuk di APBD perubahan tahun ini," tambah dia. (*)

Tabung Oksigen tak Ada, Operasi di RS Datoe Binangkang tak Jadi

KOTAMOBAGU - Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Bolmong mulai membahas rekomendasi yang akan disampaikan kepada eksekutif. Pembahasan dilakukan di ruang Banmus, Jumat (4/5/2012).

Satu di antara beberapa rekomendasi yang saat itu mengemuka adalah masalah sarana umum di bidang kesehatan. Anggota DPRD Bolmong Chaerun Mokoginta mengemukakan, sudah banyak keluhan masyarakat terkait sarana dan prasana di Rumah Sakit Datoe Binangkang (RSDB).

"Akhir-akhir ini, banyak sekali keluhan dari masyarakat terkait Rumah Sakit Datoe Binangkang. Ada pasien tidak jadi operasi lantaran oksigen tidak tersedia, akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit lai," ujar Chaerun.

Rekan Chaerun, Febry Walalangi pun menyeletuk. Menurut dia, bukan hanya karena oksigen saja yang menjadi alasan pasien tidak jadi dioperasi, ketiadaaan baju operasi pun menjadi kendala.

Legislator lainya, Welty Komalig mengatakan, pelayanan dan sarana serta prasarana yang kurang bukan hanya terjadi di RSnDB, tapi juga di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Dia mencontohkan, Puskesmas Mopuya yang sangat minim fasilitas.

Pun demikian dengan Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi ibu yang akan melahirkan. Peserta Jampersal yang seharusnya bisa mendapatkan pelayanan gratis, justru dimanfaatkan oknum- oknum yang tidak bertanggungjawab.

Mereka sepakat agar masalah tersebut masuk dalam rekomendasi. Sempat terjadi perdebatan siapa yang harus dievaluasi bupati, apakah cukup direktur rumah sakit atau pengelola secara keseluruhan.

Terpisah, Udin, warga Kotamobagu, mengatakan keadaa RSDB memang sudah memperihatinkan. Menurutnya, bangunan RSDB tersebut sudah tidak terawat dengan baik. Bahkan, kebersihannya pun tidak terjaga.

"Orang sakit kalau datang ke sana, bukan tambah sembuh, malah bisa tambah sakit. Suasana dan keadaan sudah tidak mendukung keadaan rumah sakit tersebut," ujar dia, belum lama ini.

Menurutnya, di daerah Bolmong harus ada rumah sakit yang reprsentatif. Hal tersebut juga bagian dari pelayanan pemerintah bagi warganya. "Di daerah Bolmong Raya ini belum ada rumah sakit yang memadai," tambahnya. (*)

Salihi Persiapkan Pergeseran Jabatan

BOLMONG - Bupati Bolmong Salihi Mokodongan menyiapkan perombakan pejabat di lingkup Pemkab Bolmong. Kali ini para pejabat yang akan mengalami perubahan adalah di jajaran eselon III dan IV.

"Rolling (pejabat) memang sedang dipersiapkan," ujar Salihi usai bertemu dengan Kasdam Wirabuan VII Brigjen Hari Mulyono di Kelurahan Motoboi Besar, Kotamobagu, Kamis (3/5/2012).

Menurut dia, jajaran pejabat dalam struktur organisasi pemerintahan Kabupaten Bolmong masih perlu penyesuaian. Dia mencontohkan ada PNS yang memimpin staf, padahal dari golonganya lebih rendah dari staf tersebut.

Bongkar kabinet ini, akan menyentuh seluruh jabatan esalon III dan IV meliputi jabatan Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Seksi, serta di tingkatan jabatan fungsional seperti guru dan tenaga medis.

RS Pobundayan Minim Alat Kesehatan

KOTAMOBAGU - Alat-alat kesehatan masih menjadi kendala bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu. Kendati bangunan rumah sakit yang terletak di Kelurahan Pobundayan itu berdiri megah, namun tidak terlihat kesibukan pelayanan kesehatan.

Deretan bangunan tersebut tampak kosong melompong. Amatan Tribun Manado, Selasa (1/5/2012), hanya tampak tiga orang pegawai saja berada di ruang yang terdapat di gedung paling depan. Dua orang di antaranya terlihat santai, sementara satunya lagi tampak membersihkan lantai.

RSUD Kotamobagu atau kerap disebut RS Pobundayan yang dibangun dengan anggaran miliaran belum mampu memberikan pelayanan rawat inap. Bahkan untuk pelayanan rawat jalan pun sepi peminat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) RS Pobundayan dr Sari Pangerang mengatakan, saat ini pihaknya masih melengkapi alat-alat kesehatan yang dibutuhkan. "Untuk sementara belum bisa melayani rawat inap karena masih melengkapi alkes," ujar Sari, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, untuk pengadaan alat kesehatan tersebut sudah dianggarkan dari APBD Kotamobagu dan dana alokasi khusus (DAK). Namun untuk jumlah anggaranya, Sari mengaku tidak hapal. "Kami mengadakan sesuai dengan ketersediaan anggaran," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu dr Salmon Helweldery mengatakan setiap tahun anggaran Pemkot Kotamobagu mengajukan kepada Kementrian Kesehatan. Dia juga mengaku tidak hapal persis jumlah anggaran yang diajukan pada tahun ini. "Biasanya Rp 20 milyar per tahun. Namun jumlah tersebut biasanya beda-beda sesuai dengan sumber anggaran yang 'torang' usulkan," kata dia. 

Sebelumnya, Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit mengatakan, saat bertemu dengan anggota DPR RI Aditya Moha, agar legislator asal Bolmong tersebut memberikam bantuan baik langsung maupun tidak langsung. Apalagi Aditya Moha duduk di Komisi IX yang satu di antara bidang kesehatan.
"Saat reses, saya sampaikan agar bisa membantu RS Pobundayan baik langsung maupun tidak langsung," tambahnya.

Djelantik Minta Perangkat Ronda Malam

KOTAMOBAGU - Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit minta agar para lurah, sangadi dan camat untuk melakukan patroli atau ronda pada malam hari. Ini merupakan upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Jangan hanya berdiam diri di rumah, tapi juga berkeliling kampung. Jika ada pemuda-pemuda yang minum minuman keras dijalan langsung ditegur dan dipulangkan.  Karena hal itu sering menjadi pemicu gangguan kamtibmas," kata dia kepada sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di aula Pemkot Kotamobagu, Rabu (2/5/2012).

Apalagi, kata dia, berkaca pada kejadian di Dumoga yang menyebabkan jatuh korban. Maka, lurah, sangadi dan camat harus maksimalkam pengawasan agar gangguan kamtibnas bisa dinatisipasi.

Menurut dia, Kamtibmas sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan juga kemajuan suatu daerah. "Bagaimana masyarakat bisa beraktifitas jika terjadi ganguan kamtimbas. mau keluar rumah saja sudah takut," kata Djelantik.

Dia juga minta aparat desa melakukan koordinasi dengan tokoh-tokoh agama dan juga toko-toko masyarakat di daerah masing-masing. "Dan juga diharapkan bisa merangkul tokoh-tokoh pemuda yang ada dikampung," tandas dia.

Kasdam Wirabuana VII : Cari Akar Permasalahan

BOLMONG - Kasdam Wirabuana VII Brigjen Hari Mulyono minta Kepala Polres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno dan Dandim 1303 Letkol Inf Mudjiharto untuk menemukan akar masalah kericuhan yang kerap terjadi di daerah Dumoga. Hari mengibaratkan penanganan tersebut seperti mencari obat untuk penyakit.

"Ibarat penyakit. Saat pusing diberi obat kemudian sembuh. Namun kejadian tersebut selalu berulang, ternyata karena kanker. Maka kanker tersebut harus diamputasi," kata dia saat melakukan kunjungan kerja di Mako Kodim 1303 Bolmong, Kamis (3/5/2012).

Dia pun memberikan saran agar semua pihak yang bertikai untuk duduk bersama. Hari menyebutkan kemungkinan-kemungkinan sehingga gejolak kerap terjadi. Termasuk kemungkinan tersumbatnya aspirasi warga di daerah tersebut hingga tuntutan kamtibnas.

"Saya yakin tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Termasuk permasalahan yang terjadi di daerah tersebut dapat diselesaikan," kata Hari yang pada kunjungan tersebut didampingi oleh Kasrem Santiago 131 Letkol (Armed) Herman Watoelangkow.

Pada pertemuan tersebut Kepala Polres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno menyatakan kericuhan yang terjadi di Dumoga kadang dipicu seperti aksi motor bising.

"Kejadian selalu berulang. Padahal, berbagai langkah sudah ditempuh seperti pertemuan hingga pernyataan damai," kata Enggar yang diaminkan oleh Letkol Inf Mudjiharto.

FKUB Serukan Perdamaian

BOLMONG - Ketua Sinode GMIBM Bolmong Pdt Christin Raintama-Pangulimang STh, mengimbau kepada warga gereja untuk saling menahan diri dari berbagai pergumulan hidup.

"Pascabentrok di wilayah Dumoga agar disikapi secara arif dan bijaksana, khususnya aparat kepolisian untuk memproses warga yang bersalah dengan tetap mengedepankan aturan dan perundang-undangan,'' saran Pendeta Christin melaui rilis.

Ia juga menyarankan, aparat penegak hukum untuk mencari penyebab akar permasalahannya. Mencari akar permasalahan ini penting, mengingat stabilitas kamtibmas di Dumoga Raya sering terganggu.

"Mari bersama-sama mencari solusi untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat Bolmong, dan khususnya Dumoga Raya. Yang terpenting lagi harus saling menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat dan aparat,'' katanya. 

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Bolaang Mongondow Hi subekti Ali mengatakan, FKUB merasa bangga dan bersyukur atas toleransi di wilayah Dumoga Raya. Ini terlihat dengan adanya rasa persaudaraan sesama masyarakat diwilayah itu. Meskipun terjadi kesahpahaman tetapi bisa diselesaikan secara cepat. `'Persaudaraan memang diatas segalanya,'' kata Subekti, kemarin. (*)

Warga yang Bertikai Musyawarah

BOLMONG - Warga Kelurahan Imandi dan Desa Tambun bermusyarah di tempat terpisah untuk mencari jalan damai antara dua daerah bertetangga tersebut, Kamis (3/5/2012).

Hasil rembugan masing-masing pihak tersebut akan dibicarakan antara Kepala Polres Bolmong, Bupati Bolmong dan  Dandim 1303 untuk mencari solusi. Pertemuan tersebut rencanaya akan dilakuka Jumat (4/5/2012).

"Poin-poin apa yang disampaikan masing-masing pihak akan dirumuskan agar tercipta rekonsiliasi. Akar permasalahan itu haris digali dari masyarakat," ujar Kepala Polres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno, Kamis (3/5/2012).

Dia juga mengatakan, pihaknya belum menentapkan tersangka pada peristiwa yang menyebabkan Nevri Singal (21) tewas setelah bagian kepalanya dibacok parang. Enggar menyebutkan tawuran terserbut masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, seorang warga Imandi mengatakan, warga di kelurahan tersebut menginginkan agar pelaku yang menyebabkan Nevri tewas segera diproses hukum. "Itu merupakan satu di antara yang mengemuka pada tadi di Kantor Kelurahan," kata pemuda yang tak ingin disebutkan namanya ini.

Besok Flora Cs Gugat Rektor Unsrat

Minggu, 25 Maret 2012

MANADO Polemik terkait rangkaian proses pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado periode 2012-2016, nampaknya tak sepi dari aksi penolakan. Diawali dengan aksi gugatan terhadap materi statuta, kemudian disusul aksi mahasiswa dan masyarakat di dalam kampus, ketika para anggota Senat Unsrat sedang melangsungkan proses penyaringan calon rektor, serta terbaru ini adalah rencana gugatan sejumlah dosen terhadap Rektor Unsrat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado, Senin (26/3/2012) besok

DR Flora Kalalo SH MH, mewakili sejumlah dosen Unsrat yang keberatan dengan tahapan dan proses pemilihan calon Rektor Unsrat itu, kepada Tribun Manado mengatakan, pihaknya berencana akan menggugat Rektor Unsrat ke PTUN Manado. "Gugatannya akan kami daftarkan besok Senin (26/3) ke PTUN," kata Flora kepada Tribun Manado, Minggu (25/3) hari ini.

Menurut Flora, rangkaian proses pemilihan rektor unsrat kali ini dinilai cacat hukum dan cenderung tidak demokratis serta sarat konspirasi yang tidak sehat. Apalagi proses penyaringan, dimana pada sehari sebelum proses itu, Rektor Unsrat Prof DR Donald Rumokoy SH MH yang menjadi calon incumbent, mengkarantina semua anggota senat beserta panitia pilrek di sebuah hotel berbintang. "Prosesnya cacat hukum dan berlangsung tidak sehat," tandas Flora 

Menanggapi hal itu, panitia pilrek yang diwakili sekretarisnya Prof Dr Ir Dody Sumajouw M.Eng, ketika dihubungi oleh Tribun Manado lewat telepon genggamnya mengatakan, pada dasarnya menghargai sikap para dosen itu. "Itu sikap dan hak mereka untuk menggugat secara hukum. Namun prinsipnya kami telah melakukannya sesuai mekanisme yang telah ditetapkan," ujar Prof Dody.

Menurut Prof Dody, penjaringan anggota Senat Unsrat yang ada telah mereka lakukan dengan mengacu pada statuta yang ada yakni statuta terbaru. Sedangkan proses penjaringan kata Prof Dody telah dilakukan menurut tahapan yang ditetapkan dalam ketentuan yang ada, yakni dimulai dengan publikasi. 

Dari hasil ferifikasi ada 51 orang dosen di Unsrat ditetapkan sebagai bakal calon yang layak untuk mendaftar dan nama- namanya dipublikasikan, akan tetapi yang mendaftar dan berhasil lolos penjaringan berkas ada delapan orang. 

Selanjutnya delapan orang bakal calon yang terjaring itu disaring melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh senat yakni proses pemilihan. 

Dari hasil pemilihan yang menggunakan mekanisme, satu anggota senat berhak memilih tiga bakal calon sekaligus itu, pihaknya mengantongi tiga nama peraih suara terbanyak yang akan diusulkan ke kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk dipilih satu diantaranya sebagai rektor unsrat. 

"Tahapan finalnya ada pada menteri, jadi yang berhak menilai baik buruknya proses ini harusnya kementerian dan bukannya orang perseorangan," tandasnya. (*)

Pdt Adi Soejoko teringat Candaan Pdt HOH Awuy

MANADO - Ada satu hal yang dilihat oleh Pdt Adi Soejoko, sekretaris Majelis Pusat GPdI, terhadap alm Pdt HOH Awuy, dimana almarhum mempunyai pembawaan tenang, serius tetapi memiliki rasa humor. 

"Suatu saat dengan wajah serius dia berkata pada saya, kalau di Manado ada Durian enak tapi murah Rp 500,- tapi itu tangkap sendiri yang jatuh dari pohon," ungkap Soejoko dalam pesan kesannya pada ibadah penghiburan di GPdI Samrat Manado, Kamis (24/3/2012)

Diceritakannya, pertemuan pertama terjadi tahun 1983, saat itu Soejoko sebagai pengerja di GPdI Malang, mendatangi Manado dan bertemu dengan alm Pdt HOH Awuy di Tondano. 

"Waktu itu, beliau pikir saya guru sekolah Alkitab, kemudian saya di suruh berdiri di depan jemaat, saya juga pernah disebutnya Raden Mas Doktor Adi Soejoko," ungkap Soejoko yang mengakui dirinya belum doktor. 

Dikatakannya juga, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, karena pastinya juga kita akan bertemu dengan beliau dalam rumah Bapa di Sorga. (*)

Meski Melanggar Lalu Lintas, Yanti Laporkan Pengendara Yaris


MANADO- Yanti (33), Warga Mapanget Griya Indah, Kelurahan Mapanget, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, terpaksa mendatangi Mapolsek Bandara Sam Ratulangi Manado, guna melaporkan kasus tabrakan yang dialaminya bersama sang suami, Jumat (24/3/2012).

Peristiwa yang awalnya menurut Yanti disepakati akan diselesaikan secara kekeluargaan itu, akhirnya urung dilakukan, karena Linda, sang pengendara mobil Toyota Yaris Abu-abu DB 54 RY yang menabrak mereka menolak membiayai perawatan dirinya saat ia dan suaminya ke rumah sakit untuk berobat.

Di hadapan petugas piket Polsek Bandara, Yanti yang nampak masih mengeluh rasa sakit pada pinggang, berharap kasus tabrakan itu dapat diproses, karena pihak penabrak tidak beritikat baik untuk bertanggungjawab. "Saat sampai di rumah sakit TNI AD Teling, penabrak mengaku tak mau tanggung jawab, malah mereka persalahkan kami," ujar Yanti.

Petugas piket yang dikonfirmasi mengaku agak dilematis menangani kasus tersebut. Di lain sisi peristiwa itu telah menyebabkan kerugian bagi yang ditabrak, namun disisi lain yang kena tabrak melakukan pelanggaran dengan menerobos jalur yang tidak diperuntukkan untuk kendaraan roda dua.

Dijelaskannya bahwa, Ibu Yanti dan suaminya menerobos masuk di jalur yang tidak diperuntukkan untuk roda dua. Ketika melihat petugas pengamanan bandara memberi arahan supaya tidak masuk di jalur itu, Sang suami yang mengendarai sepeda motor sontak langsung mengerem, bersamaan mobil yang dikendarai Linda tak terkendali dan langsung menyeruduk, sehingga suami istri itu jatuh. "Kami berusaha memfasilitasinya untuk diselesaikan secara kekeluargaan," tutur petugas piket Polsek Bandara. (*)

Di Zero Point Manado, Puluhan Sepeda Motor Diangkut Polisi


MANADO - Operasi gabungan yang digelar Satuan Lalulintas, Provos Polresta Manado serta Polisi Militer (Pom) TNI AD dan Pom TNI AL di Kawasan Zero Point, Sabtu (24/3/2012) tengah malam, berhasil menjaring puluhan kendaraan roda dua dan beberapa kendaraan roda empat dengan beragam pelanggaran.

Menurut Ipda B Bulasa, seorang personil Satlantas Polresta Manado, bahwa beberapa pelanggaran seperti berkendara tanpa memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), Kendaraan tidak dilengkapi STNK dan tak mengenakan helm menjadi dasar pihaknya menyita kendaraan. "Kendaraannya kami tahan, kuncinya diserahkan ke pengendara," katanya.

Kegiatan operasi tersebut tampak ikut diawasi oleh Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Yosep Krisbiantoro. Menurutnya, kegiatan seperti itu tujuannya untuk penegakan hukum terutama peraturan berlalulintas. Selain itu kegiatan tersebut sebagai bagian dari kegiatan Mapalus Kantibmas, guna menurunkan angka kriminalitas di daerah ini. "Prinsipnya oparasi ini adalah penegakan," katanya singkat.

Sementara itu Provost dan Pom, sengaja dihadirkan untuk menindak aparat dari satuan masing-masing yang terjaring melakukan pelanggaran. (*)

Arus Lalu Lintas Sekitar Pantai Malalayang Padat Merayap


MANADO- Arus lalu lintas di ruas jalan Trans Sulawesi, tepatnya di sepanjang pantai Malalayang Manado, kondisinya padat merayap, Jumat (25/3/2012).

Pantauan Tribun Manado, kondisi tersebut terjadi karena ruas jalan sepanjang pantai Malalayang itu jadi menyempit akibat sisi kiri dan kanan jalan telah dipadati mobil dan sepeda motor milik warga yang tamasya di Pantai Malalayang.

Untuk mengurai kepadatan itu, seorang anggota satlantas dari Polsek Malalayang tampak sibuk mengatur arus kendaraan, dari dan menuju Manado. (*)
 

© Copyright Koran Totabuan 2012 | Design by Vicky Agustian | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.